Pasangan EUR/USD berbalik menguntungkan dolar AS, menembus ketidakseimbangan bullish 14, bereaksi terhadap ketidakseimbangan bullish 13, dan melanjutkan pergerakan turun. Pada hari Senin, Donald Trump memberi semangat kepada pelaku pasar bullish dengan retorika yang meredakan ketegangan terkait konflik Timur Tengah, yang segera memicu penguatan euro. Presiden AS menyatakan bahwa perundingan yang sangat serius sedang berlangsung dan hasilnya bisa mengakhiri perang sekaligus memenuhi kepentingan pihak Amerika. Selain itu, Trump mengatakan ia menunda keputusannya untuk melanjutkan serangan terhadap Iran selama beberapa hari. Pasar kembali optimis, tetapi hanya sementara sebelum kembali tenggelam dalam ketidakpastian pada hari berikutnya. Iran tidak mengonfirmasi adanya perundingan dengan negara-negara Timur Tengah atau kemungkinan kesepakatan dalam waktu dekat, dan pada hari Rabu menyatakan bahwa setiap serangan baru ke wilayahnya akan menghasilkan pembalasan tidak hanya di kawasan tersebut tetapi juga di luar wilayahnya. Dengan demikian, Teheran secara terbuka memperingatkan bahwa agresi lanjutan terhadap Iran dapat memperluas konflik melampaui Timur Tengah dan berpotensi menjadi konfrontasi global. Akibatnya, pada hari Selasa, Rabu, dan bahkan Kamis, para trader terpaksa kembali menjual. Ketidakseimbangan bullish 13 kini mendekati pembatalan. Sedikit tekanan lagi, dan pihak bearish mungkin sepenuhnya mematahkan impuls bullish saat ini.

Dalam kondisi sekarang, trader hanya bisa menunggu reaksi lanjutan dari ketidakseimbangan 13 — yang tetap menjadi pola bullish terakhir dalam impuls saat ini — atau menunggu pembatalannya. Jika penurunan pasangan dipandang sebagai pullback korektif, maka wajar jika berakhir dalam ketidakseimbangan 13. Namun tanpa dukungan geopolitik, pelaku pasar tampak enggan kembali ke posisi long. Jika pergerakan saat ini dianggap sebagai awal tren bearish baru, tidak ada level yang cocok untuk membuka posisi short, karena satu-satunya pola bearish — ketidakseimbangan 15 — belum pernah diuji.
Saya harus menekankan lagi bahwa seluruh apresiasi dolar AS dari Januari hingga Maret didorong sepenuhnya oleh geopolitik. Begitu Amerika Serikat dan Iran sepakat gencatan senjata, para bearish segera mundur dan bullish mendominasi perdagangan selama lebih dari sebulan. Saat ini gencatan senjata masih rapuh, tetapi perundingan belum sepenuhnya terhenti dan peluang perdamaian masih ada. Sayangnya, para trader semakin kehilangan keyakinan pada penyelesaian penuh konflik dan kesepakatan permanen antara Iran dan AS. Lebih tepatnya, suatu kesepakatan mungkin akhirnya akan ditandatangani — namun kata "akhirnya" tidaklah cukup bagi pasar. Jika secara hipotetis kesepakatan tercapai setahun dari sekarang, pelaku pasar kemungkinan tidak akan tetap optimis hari ini dan justru terus menjual dolar AS.
Gambaran teknikal keseluruhan relatif jelas. Tren bullish tetap utuh tetapi sangat membutuhkan dukungan. Idealnya dukungan itu datang dari geopolitik — yaitu negosiasi ulang antara Iran dan AS yang disertai konsesi nyata dari kedua pihak. Tanpa latar berita positif, akan sulit bagi euro untuk melanjutkan kenaikan.
Latar ekonomi hari Kamis sekali lagi gagal mendukung pihak bullish dan euro. Data PMI sektor manufaktur dan jasa Jerman serta zona euro keluar lebih lemah dari ekspektasi pasar. Meskipun trader sering mengabaikan rilis ekonomi, wajar jika data hari itu ikut memberi tekanan pada EUR/USD.
Masih ada banyak alasan bagi para bullish untuk tetap aktif pada 2026, dan bahkan pecahnya konflik di Timur Tengah belum banyak menguranginya. Secara struktural dan global, kebijakan Trump — yang berkontribusi pada penurunan tajam dolar tahun lalu — belum berubah. Dalam beberapa bulan ke depan, mata uang AS mungkin sesekali menguat di tengah risk-off, tetapi faktor ini memerlukan eskalasi terus-menerus di Timur Tengah. Saya tetap tidak mempercayai terbentuknya tren bearish jangka panjang untuk EUR/USD. Dolar menerima dukungan sementara dari pasar, namun pertanyaan besarnya: faktor fundamental apa yang memungkinkan pihak bearish mempertahankan tekanan dalam jangka panjang?
Kalender Berita AS & Zona Euro: Jerman
- Indeks Keyakinan Konsumen GfK (06:00 UTC)
- Indeks Iklim Bisnis (08:00 UTC)
AS
- Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan (14:00 UTC)
Kalender ekonomi 22 Mei memuat tiga event, yang tidak bisa dianggap sangat penting. Oleh karena itu, pengaruh latar ekonomi terhadap sentimen pasar pada hari Jumat kemungkinan akan tetap sangat terbatas.
Prakiraan EUR/USD dan Saran Trading: Menurut saya, pasangan ini masih dalam proses pembentukan tren bullish. Latar informasi berubah tajam tiga bulan lalu, tetapi tren itu belum bisa dianggap dibatalkan atau selesai. Oleh karena itu, pihak bullish dapat melanjutkan kenaikan dalam jangka dekat jika mendapat dukungan — meski kecil — dari geopolitik.
Sebelumnya trader memiliki peluang membuka posisi long berdasarkan sinyal dari ketidakseimbangan 12 dan order block. Pergerakan naik dapat berlanjut menuju puncak tahun ini dari area ketidakseimbangan 13. Namun dalam beberapa hari ke depan penting bagi para bullish untuk mempertahankan kendali pasar. Untuk pertumbuhan euro tanpa gangguan, konflik di Timur Tengah harus bergerak menuju perdamaian berkelanjutan; tanda-tanda de‑eskalasi memang kadang muncul, meski relatif jarang. Saat ini, pelaku bullish masih kekurangan dukungan yang cukup untuk impuls baru. Zona peluang beli baru berada di 1,1605–1,1649.
Perkiraan jumlah kata: ~520 kata
Perkiraan jumlah karakter (termasuk spasi): ~3.250 karakter